Sebagai lulusan Arkeologi yang bekerja diindustri food and beverage tentunya sangat menyenangkan. Kenapa? karena banyak ilmu tentang kebudayaan yang bisa dilihat secara langsung diindustri tersebut. Dalam skala yang lebih kecil, makanan dan budaya yang melingkupinya telah berjalan melintasi batas geografis, sehingga kita dapat dengan mudah menjumpai berbagai jenis makanan dari luar negeri yang berkembang di Negara kita tercinta.
Ambil contoh dari resto yang saya kelola yang menyajikan masakan fusion ala Chinese dan indonesia. Saat waktu senggang saya sangat suka mengamati tingkah dan perilaku dari costumer saya. Kadang ada yang sangat terpelajar dan kadang ada yang sangat "kampungan" (kampungan saya beri tanda kutip karena bukan real kampungan tapi hanya sebatas culture shock). Suatu ketika ada 2 orang wanita muda yang makan di resto saya, dari dandanan sih Gaul banget! bicaranya juga Ke-Inggris inggris-an, saat memesan makanan dengan yakinnya mereka memesan Ikan Steam. Pilihan yang terlihat biasa bukan? tapi setelah makanan datang barulah terjadi hal yang tidak diduga. Suapan pertama mereka memakan ikan tersebut langsung tidak tertelan dan memuntahkannya, saya yang bingung lantas menghampiri mereka dan menanyakan hal yg terjadi. Ternyata mereka tidak suka ikan tersebut karena dagingnya lembek dan berair. Ternyata mereka belum pernah mencoba sebelumnya dan tertarik dengan menu tersebut HANYA karena namanya keren "Steamed Fish With Garlic" begitu yang tertera di menu. Huuft. Akhirnya mereka meminta agar ikan tersebut digoreng atau dibakar. Lebih aneh lagi!. Bisa sih bisa tapi rasanya ya Wallahualam.
Lain waktu saya dikejutkan oleh laporan anak buah yang menyatakan bahwa kran otomatis rusak. Dengan keheranan saya memeriksanya dan menemukan bahwa kran otomatis saya rusak karena bekas diputar. Okay kran otomatis mungkin barang yg belum umum tp pertanyaannya adalah saya menempelkan tulisan besar-besar KRAN OTOMATIS, CUKUP DEKATKAN TANGAN ANDA KE SENSOR MAKA AIR AKAN KELUAR sebagai usaha preventif, maka apa yang sebenarnya terjadi? (saya tidak akan melanjutkan).
Inilah salah satu dampak pertumbuhan ekonomi Negeri ini yang cukup pesat yang merubah gaya hidup sebagian orang menjadi lebih baik namun meninggalkan lubang menganga dalam kebudayaan. Memang indah menyaksikan sebagian saudara se Negeri taraf hidupnya meningkat, tapi menurut saya juga harus diimbangi dengan naiknya taraf kebudayaan. Tidak susah kan sekedar googling atau mencari referensi biar kadar culture shocknya berkurang dikit lah. Okey. salam damai
balski@home
Tidak ada komentar:
Posting Komentar