Rabu, 18 Desember 2013

Agar Hasil Korupsi Anda Berkah

Andaikan saya sebagai koruptor, maka  yang saya lakukan adalah:
  1. memisahkan pendapatan halal saya dengan hasil korupsi.  
penjelasannya adalah tiap makanan yang dibeli dari uang yang tidak halal maka daging yang ada didalam tubuh pemakannya menjadi tidak halal. ini tentunya sangat mengkhawatirkan pada saat diakhirat kelak. Maka dari itu, uang halal saya pakai untuk makan sehari hari dan uang non halal saya gunakan untuk bersenang-senang. Great! karena kesenangan merupakan hal yang abstrak maka saya tidak bisa dimintai pertanggung jawaban akan "kesenangan" saya.



    2.  Rajinlah Bersedekah

dengan bersedekah, selain nama anda akan terangkat di wilayah sekitar anda juga akan mendapat bonus berupa Doa dari pemuka agama setempat dan masyarakat. Hal ini tentu akan sangat meringankan beban di akhirat kelak bukan?. Selain itu ada perhitungannya. Misal anda korupsi 1 jt maka anda cukup menyumbang 100 rb saja, karena sumbangan anda akan berlipat sebanyak 70 kali. jadi 7juta dikurang 900 rb anda masih bisa untung 6,1 jt. 



    3. Sering-seringlah bepergian ke "Timur Tengah"

dengan melakukan ibadah tersebut maka anda akan dipersepsikan sebagai orang "kaya" yang khusyuk, karena hampir tiap tahun bepergian ke "Timur Tengah". Perkara di Timur Tengah beribadah atau tidak itu urusan lain, toh sekarang di kawasan tersebut banyak tempat hiburan seperti di Abu Dhabi, atau Dubai. Saya juga gak gila uang non halal dipakai ibadah!. Yang penting kan doa orang-orang saat mengiringi kepergian saya. 

Semua ini saya lakukan karena saya ingin bahagia dunia dan akhirat. Ada berbagai cara untuk mencapainya dan kebetulan saya memilih cara yang cerdik ini.

Salam Damai

balski@home

Dashboard Kenangan

Waktu saya kecil kira-kira umur 6 tahun lah, saya punya hobi yang agak aneh yaitu menggambar dashboard mobil. Kadang beserta setir, kaca spion, kaca depan dan wipernya. Lebih anehnya lagi yang saya gambar adalah dashboard angkot atau bis, mungkin karena waktu kecil kalau diajak pergi seringnya duduk didepan di angkot maka memori yang tertanam adalah dashboard angkot.

Saya tidak pernah tahu alasannya kenapa suka dashboard angkot dibanding mobil mewah, bahkan sampai sekarang! perasaan saya waktu kecil, angkot itu keren sekali karena dengan dashboard yang ala kadarnya sopir terasa punya ikatan yang erat dengan mobilnya. Saat itu saya terheran heran saat sopir angkot isi bensin, bagaimana dia bisa tahu bahwa bensinnya mau habis tanpa melihat jarum indikator bensin. Atau saat hujan lebat dan tanpa wiper maka tangan sopirlah yang dengan telaten membersihkan kaca depan dari rintik hujan (membersihkannya dalam kondisi kendaraan melaju loh).

Sayangnya hobi itu terhenti saat saya menginjak kelas 5 SD, yang berarti kira-kira saya menekuninya selama 4 tahun. Kumpulan buku gambar saya pun raib entah kemana. Walaupun sekarang tampak menggelikan namun pada masanya saya amat menikmantinya seakan-akan saya menyatu dengan dunia angkot. Saya kangen kalian buku dashboard!

balski@home


*cita cita saya selain ingin jadi pemadam kebakaran adalah ingin jadi sopir taksi

Indah Nian Pertumbuhan Ekonomi

Sebagai lulusan Arkeologi yang bekerja diindustri food and beverage tentunya sangat menyenangkan. Kenapa? karena banyak ilmu tentang kebudayaan yang bisa dilihat secara langsung diindustri tersebut.  Dalam skala yang lebih kecil, makanan dan budaya yang melingkupinya telah berjalan melintasi batas geografis, sehingga kita dapat dengan mudah menjumpai berbagai jenis makanan  dari luar negeri yang berkembang di Negara kita tercinta.

Ambil contoh dari resto yang saya kelola yang menyajikan masakan fusion ala Chinese dan indonesia. Saat waktu senggang saya sangat suka mengamati tingkah dan perilaku dari costumer saya. Kadang ada yang sangat terpelajar dan kadang ada yang sangat "kampungan" (kampungan saya beri tanda kutip karena bukan real kampungan tapi hanya sebatas culture shock). Suatu ketika ada 2 orang wanita muda yang makan di resto saya, dari dandanan sih Gaul banget! bicaranya juga Ke-Inggris inggris-an, saat memesan makanan dengan yakinnya mereka memesan Ikan Steam. Pilihan yang terlihat biasa bukan? tapi setelah makanan datang barulah terjadi hal yang tidak diduga. Suapan pertama mereka memakan ikan tersebut langsung tidak tertelan dan memuntahkannya, saya yang bingung lantas menghampiri mereka dan menanyakan hal yg terjadi. Ternyata mereka tidak suka ikan tersebut karena dagingnya lembek dan berair. Ternyata mereka belum pernah mencoba sebelumnya dan tertarik dengan menu tersebut HANYA karena namanya keren "Steamed Fish With Garlic" begitu yang tertera di menu. Huuft. Akhirnya mereka meminta agar ikan tersebut digoreng atau dibakar. Lebih aneh lagi!. Bisa sih bisa tapi rasanya ya Wallahualam.
Lain waktu saya dikejutkan oleh laporan anak buah yang menyatakan bahwa kran otomatis rusak. Dengan keheranan saya memeriksanya dan menemukan bahwa kran otomatis saya rusak karena bekas diputar. Okay kran otomatis mungkin barang yg belum umum tp pertanyaannya adalah saya menempelkan tulisan besar-besar KRAN OTOMATIS, CUKUP DEKATKAN TANGAN ANDA KE SENSOR MAKA AIR AKAN KELUAR sebagai usaha preventif, maka apa yang sebenarnya terjadi? (saya tidak akan melanjutkan).

Inilah salah satu dampak pertumbuhan ekonomi Negeri ini yang cukup pesat yang merubah gaya hidup sebagian orang menjadi lebih baik namun meninggalkan lubang menganga dalam kebudayaan. Memang indah menyaksikan sebagian saudara se Negeri taraf hidupnya meningkat, tapi menurut saya juga harus diimbangi dengan naiknya taraf kebudayaan. Tidak susah kan sekedar googling atau mencari referensi biar kadar culture shocknya berkurang dikit lah. Okey. salam damai

balski@home

Salam Damai

Hari ini, setelah sekian lama saya akhirnya berhasil membuat blog juga, Alhamdulillah. Tujuan dibuatnya blog ini hanyalah sebagai sarana penumpahan berbagai pikiran di kepala saya yang tentunya jauh dari kata ideal. Hal ini karena saya tidak terbiasa melihat sebuah peristiwa ataupun gagasan dengan sudut pandang yang "biasa", entah ini penyakit atau kutukan setiap malam saya selalu merenung tentang sebuah hal yang seharusnya tidak perlu direnungkan. Ah sudah lah, 

enjoy or not? up to you

salam damai 
balski@home